Lompat ke isi utama

Berita

Kelola Krisis, Jaga Kepercayaan Publik: Humas Bawaslu Parepare Asah Strategi Komunikasi Digital

Foto Bawaslu

Parepare, 13 Februari 2026 — Koordinator Divisi Humas Bawaslu Kota Parepare, Dr. Susilawati bersama Staf Humas menghadiri kegiatan Kelas Humas Online dengan tema “Mengelola Krisis, Mengelola Narasi: Tata Kelola Kehumasan dalam Menjaga Kepercayaan Publik” yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Cloud Meetings, Jumat (13/2/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan ini diikuti seluruh Koordinator Divisi HPPH dan Staf Humas Bawaslu se-Sulawesi Selatan. Turut hadir Koordinator Divisi Humas dan Datin Bawaslu Provinsi Sulawesi Selatan, Alamsyah, serta Kepala Bagian Hukum, Humas dan Datin, Syarifuddin beserta jajaran staf.

Kegiatan dibuka langsung oleh Syarifuddin yang dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman tentang krisis dan strategi pengelolaannya dalam lembaga. Ia menyampaikan bahwa tim humas perlu memahami alur informasi saat krisis, teknik penulisan berita dalam situasi krisis, serta cara menghadapi dinamika internal lembaga.

Selain itu, ia mendorong agar humas menetapkan program kehumasan tahunan di masa non tahapan, meskipun berbasis non anggaran. Program tersebut dapat berupa kalender media sosial, webinar kepemiluan, video kultum, dan berbagai konten edukatif lainnya sebagai sarana literasi kepemiluan kepada masyarakat.

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir sebagai narasumber dari Bawaslu RI, Adrian Habibi selaku Staf Humas Bawaslu RI. Ia memaparkan materi terkait manajemen krisis untuk penguatan kelembagaan agar mampu menghadapi berbagai potensi isu dan dinamika yang berkembang.

Adrian menjelaskan bahwa tujuan manajemen krisis mencakup empat hal utama, yakni informasi (memahami alur informasi krisis secara cepat dan tepat), strategi (menyusun strategi komunikasi yang efektif), publikasi (meredam isu liar melalui teknik publikasi yang tepat), serta kepercayaan (mengembalikan dan menjaga kepercayaan publik).

Ia juga menyampaikan output yang diharapkan dalam manajemen krisis, antara lain tim humas yang percaya diri, mampu memetakan isu sebelum berkembang menjadi krisis, memiliki koordinasi satu pintu yang solid dan terstruktur, serta tetap tenang dalam mengambil keputusan cepat di tengah tekanan media.

Menanggapi kegiatan tersebut, Dr. Susilawati menyampaikan bahwa penguatan kapasitas humas menjadi bagian penting dalam menjaga marwah dan kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas pemilu.

“Kegiatan ini sangat relevan bagi kami di daerah. Humas tidak hanya bertugas menyampaikan informasi, tetapi juga harus mampu mengelola narasi dan merespons isu secara cepat, tepat, dan terukur. Dengan manajemen krisis yang baik, kepercayaan publik terhadap Bawaslu dapat terus terjaga,” ujar Susilawati.

Ia menambahkan bahwa hasil dari kelas humas ini akan ditindaklanjuti dengan penguatan koordinasi internal serta penyusunan program kehumasan yang lebih terstruktur di Bawaslu Kota Parepare, khususnya dalam menghadapi dinamika informasi di era digital.