Bawaslu Sulsel Perkuat Pemetaan Kerawanan Pengawasan PDPB, Bawaslu Parepare Siap Tindak Lanjuti
|
PAREPARE — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Sulawesi Selatan menggelar rapat bertajuk "Penyamaan Persepsi Implementasi Riset Pemetaan Kerawanan Isu Strategis Pengawasan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB)" secara hybrid pada Rabu, 7 Oktober 2026. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Sulsel, Amza Risal, serta dibuka oleh Koordinator Divisi Pencegahan dan Partisipasi Masyarakat, Saiful Jihad.
Rapat koordinasi ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas koordinasi bersama Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Bawaslu RI, dengan fokus utama memperkuat sinergi kesekretariatan serta mengevaluasi efektivitas pengawasan Bawaslu daerah dalam mengawal seluruh alur tahapan PDPB. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pimpinan Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan, Kepala Subbagian, hingga staf Pelaksana Teknis. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HPPH) Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, bersama staf divisi pencegahan.
Dalam arahannya, Amza Risal mengapresiasi kinerja jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota yang telah mengawal proses PDPB Triwulan III dengan baik, termasuk membangun sinergi bersama KPU daerah dan mendampingi kegiatan edukasi pemilu di sekolah melalui Pemilihan Ketua OSIS (Pilketos). Meski demikian, ia mengingatkan seluruh jajaran agar tidak berpuas diri dan tetap menjaga konsistensi pengawasan di lapangan.
Beberapa poin evaluasi penting turut ditekankan oleh Amza Rizal, mulai dari peningkatan kualitas serta kuantitas uji petik Pemilih Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dan pemilih baru, hingga pentingnya koordinasi aktif dengan Disdukcapil setempat guna memperoleh data agregat sebagai pembanding. Selain itu, jajaran pengawas diimbau untuk disiplin mengunggah seluruh laporan pencegahan ke dalam Form Cergah dan sistem pelaporan Parmas.
Menanggapi hasil rapat tersebut, Koordinator Divisi HPPH Bawaslu Kota Parepare, Susilawati, menegaskan kesiapan jajarannya untuk segera menindaklanjuti arahan Bawaslu Sulsel melalui konsolidasi internal. "Kita akan melakukan rapat internal untuk membahas kelanjutan uji petik dalam rangka penyusunan pemetaan kerawanan ini, khususnya dalam hal pemutakhiran data pemilih berkelanjutan. Besok kita akan bahas bersama pimpinan lain dan staf untuk menentukan kelurahan serta sampelnya, lalu pembagian tim siapa saja yang akan turun dan di mana wilayahnya," ungkap Susilawati.
Melalui pembekalan teknis mengenai pemetaan wilayah rawan dan tata cara penjangkauan responden uji petik ini, Bawaslu Sulsel berharap seluruh jajaran pengawas di tingkat kabupaten/kota memiliki pemahaman metodologi yang seragam. Langkah ini menjadi fondasi penting untuk memastikan keakuratan data pemilih serta kesiapan penuh dalam mengawal pengawasan PDPB Triwulan IV.
Penulis: Ulfa
Foto: Ririn
Editor: Mega