Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Kota Parepare Gelar Ngabuburit Pengawasan Terkait Refleksi Pengawasan Pemilu/Pemilihan Tahun 2024

Bawaslu Kota Parepare

Parepare – Dalam rangka mengisi bulan Ramadan dengan kegiatan yang bermakna, Bawaslu Kota Parepare melaksanakan kegiatan "Ngabuburit Pengawasan" bertema Refleksi Pengawasan Pemilu/Pemilihan Tahun 2024 pada Selasa, 11 Maret 2025, pukul 16.30 WITA di Kantor Bawaslu Kota Parepare.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Bawaslu Kota Parepare, Koordinator Divisi HPPH, eks Panwascam, eks Pengawas Kelurahan/Desa (PKD), serta jajaran staf Bawaslu.

Dalam sambutannya, Ketua Bawaslu Kota Parepare menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap pelaksanaan pengawasan pemilu dan pemilihan tahun 2024. "Idealnya kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen masyarakat, namun dalam rangka efisiensi anggaran, kami laksanakan secara sederhana dengan mengundang eks Panwascam dan PKD. Kami sangat mengharapkan masukan dari Bapak dan Ibu sekalian agar pelaksanaan tahapan pemilihan ke depan bisa lebih baik," ujar Ketua Bawaslu.

Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan bahwa siaran langsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) membahas kabupaten/kota yang akan melaksanakan Pemungutan Suara Ulang (PSU) karena memenuhi syarat tertentu. Selain itu, Bawaslu Kota Parepare juga mengungkapkan adanya satu temuan terkait politik uang saat pemilihan. Oleh karena itu, masukan dari para eks Panwascam dan eks PKD sangat dibutuhkan untuk memperbaiki pengawasan pada tahapan pemilu dan pemilihan mendatang.

Menanggapi isu yang berkembang terkait status kelembagaan Bawaslu, Ketua Bawaslu juga menyampaikan, "Banyak isu yang berkembang mengenai apakah Bawaslu akan di-adhockan atau tidak. Namun, kami bersyukur karena pada pelaksanaan Pilkada sebelumnya, tidak terlalu banyak permasalahan yang terjadi."

Koordinator Divisi HPPH dalam penyampaiannya menyoroti pentingnya perbaikan pengawasan. "Banyak pihak di luar yang menilai pengawas tidak melaksanakan tugasnya dengan maksimal. Ini menjadi evaluasi penting bagi kita agar lebih baik lagi ke depannya," tegasnya.

Sementara itu, Sirajuddin, salah satu eks Panwascam, mengungkapkan pentingnya silaturahmi dalam kegiatan ini. Ia juga menyoroti beberapa permasalahan yang terjadi pada pemilu lalu, khususnya terkait data pemilih. "Ada beberapa pemilih yang tidak ditemukan karena alamat yang tidak sesuai. Selain itu, tim pasangan calon merasa tidak nyaman dengan pengawas. Seharusnya, tim paslon diberikan sosialisasi mengenai pengawasan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Pengawas juga perlu lebih transparan dalam menjalankan tugasnya," ujarnya. Ia juga menyarankan agar jumlah personil pengawas di tingkat kelurahan dapat ditambah agar pengawasan lebih optimal.

Husni, salah satu eks Panwascam, turut menyampaikan pandangannya. "Banyak pemilih yang terdata tidak sesuai dengan tempat tinggal aslinya sehingga memunculkan masalah. Dalam konteks pengawasan, pencegahan, dan penindakan, seringkali ada dugaan pelanggaran, namun tidak ditemukan bukti yang kuat," jelasnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat komitmen pengawasan serta merumuskan langkah-langkah strategis guna memaksimalkan pengawasan di tahapan pemilu dan pemilihan yang akan datang. Dengan sinergi dan masukan dari para pengawas yang telah berpengalaman, Bawaslu Kota Parepare optimis dapat meningkatkan kualitas pengawasan demi terciptanya pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas.

Penulis : Handayani
Foto dan Editor: Humas